PENGEMBANGAN MODUL KONSELING ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT (AKBK) BAGI BIDAN: PENDEKATAN KUALITATIF

  • lina ratnawati STIKES Karya Husada Kediri
DOI: https://doi.org/10.35890/jkdh.v8i2.129 Abstract Views: 10 | PDF Downloads: 13

Downloads

Download data is not yet available.
  
Keywords: konseling, alat kontrasepsi bawah kulit, konseling, modul, bidan

Abstract

Introduction: Penggunanan AKBK sebagai metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif masih sangat rendah. Pengetahuan dan keterampilan provider dalam melakukan konseling masih kurang merupakan salah satu penyebabnya. AKBK yang selama ini sebagai panduan konseling belum mampu meningkatkan kemampuan bidan melakukan konseling ditambah lembaran AKBK yang banyak dapat menyulitkan pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul konseling AKBK bagi bidan.

Method: Desain penelitian ini adalah exploratory qualitatif dengan pendekatan naratif. Penelitian dilakukan pada bulan April – Juli 2017. Sampel meliputi 2 psikolog, 3 dokter SpOG, 3 praktisi bidan, 1 ahli bahasa Indonesia dan 8 wanita usia subur (WUS). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan dilanjutkan dengan snowball. Data dikumpulkan dengan metode indept interview untuk mendapatkan informasi yang mendalam. Data diolah sampai menjadi tema melalui tahap transkripsi, reduksi, koding dan kategorisasi. Tema yang terbentuk kemudian dikembangkan menjadi draft modul konseling AKBK melalui pendekatan narative literatur review. Uji validitas dilakukan dengan triangulasi melalui diskusi kelompok WUS, kelompok praktisi bidan dan expert judgment dengan psikolog, dokter SpOG, praktisi bidan, ahli bahasa Indonesia.

Result: Hasil penelitian ini adalah prototipe modul konseling AKBK yang tidak hanya terdiri dari tehnik konseling tetapi juga memuat tentang persiapan, informasi dan praktik konseling sebagai penguatan dari modul ini.

Discussion: Prototipe modul konseling AKBK ini dapat digunakan sebagai panduan bidan untuk meningkatkan kemampuan bidan dalam melakukan konseling dengan melakukan uji coba terlebih dahulu.

 

 

References

BERVEN, N. L. & BEZYAK, J. L. 2015. Basic Counseling Skills. Counseling Theories and Techniques for Rehabilitation and Mental Health Professionals.

BHARADWAJ, P., AKINTOMIDE, H., BRIMA, N., COPAS, A. & D'SOUZA, R. 2012. Determinants of long-acting reversible contraceptive (LARC) use by adolescent girls and young women. The European Journal of Contraception & Reproductive Health Care, 17, 298-306.

BKKBN 2012. Profil Hasil Pendataan Keluarga Tahun 2011: Akseptor KB Indonesia.

BKKBN 2016. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah 2015.

BPS, BKKBN & KESEHATAN, K. 2013. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012.

DEHLENDORF, C., HENDERSON, J. T., VITTINGHOFF, E., GRUMBACH, K., LEVY, K., SCHMITTDIEL, J., LEE, J., SCHILLINGER, D. & STEINAUER, J. 2016. Association of the quality of interpersonal care during family planning counseling with contraceptive use. American journal of obstetrics and gynecology.

DEHLENDORF, C., KIMPORT, K., LEVY, K. & STEINAUER, J. 2014a. A qualitative analysis of approaches to contraceptive counseling. Perspectives on sexual and reproductive health, 46, 233-240.

DEHLENDORF, C., KRAJEWSKI, C. & BORRERO, S. 2014b. Contraceptive counseling: best practices to ensure quality communication and enable effective contraceptive use. Clinical obstetrics and gynecology, 57, 659.

EGARTER, C., GRIMM, C., NOURI, K., AHRENDT, H.-J., BITZER, J. & CERMAK, C. 2012. Contraceptive counselling and factors affecting women’s contraceptive choices: results of the CHOICE study in Austria. Reproductive biomedicine online, 24, 692-697.

HUBACHER, D., OLAWO, A., MANDUKU, C. & KIARIE, J. 2011. Factors associated with uptake of subdermal contraceptive implants in a young Kenyan population. Contraception, 84, 413-417.

INDONESIA, K. K. R. 2018. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. In: KESEHATAN (ed.). Jakarta Pusat Data dan Informasi.

JANE, M. T. 2010. Komunikasi Terapeutik dan Konseling dalam Praktik Kebidanan, Jakarta Selatan, Salemba Medika.

KAVANAUGH, M. L., JERMAN, J., HUBACHER, D., KOST, K. & FINER, L. B. 2011. Characteristics of women in the United States who use long-acting reversible contraceptive methods. Obstetrics & Gynecology, 117, 1349-1357.

MURAD, M. H., COTO‐YGLESIAS, F., VARKEY, P., PROKOP, L. J. & MURAD, A. L. 2010. The effectiveness of self‐directed learning in health professions education: a systematic review. Medical education, 44, 1057-1068.

WIDAYATI, R. S., WIDAGDO, L. & PURNAMI, C. T. 2014. Analisis Pelaksanaan Konseling Kontrasepsi oleh Bidan Di Wilayah Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Gaster| Jurnal Ilmu Kesehatan, 11, 78-87.

YUSOP, Y. M., SUMARI, M., MOHAMED, F., SAID, S., AZEEZ, M. I. K. & JAMIL, M. R. M. 2015. The Needs Analysis in Self-Concept Module Development. Malaysian Online Journal of Educational Sciences, 3, 44-55.
Published
2019-10-07
How to Cite
ratnawati lina. (2019). PENGEMBANGAN MODUL KONSELING ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT (AKBK) BAGI BIDAN: PENDEKATAN KUALITATIF. JURNAL KEBIDANAN, 8(2), 101-109. https://doi.org/10.35890/jkdh.v8i2.129