Hubungan Perilaku Selama Hamil Dengan Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Usia 2-3 Tahun di Desa Bangkok Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri

  • Rofik Darmayanti Akademi Kebidanan Dharma Husada
  • Betristasia Puspitasari Akademi Kebidanan Dharma Husada Kediri
DOI: https://doi.org/10.35890/jkdh.v11i1.222 Abstract Views: 360 | PDF Downloads: 351

Downloads

Download data is not yet available.
  
Keywords: Kata Kunci : perilaku, hamil, pencegahan stunting

Abstract

ABSTRAK

Latar Belakang :Stunting adalah tinggi badan dibawah standar deviasi WHO. Stunting pada anak menunjukkan rendahnya sosial ekonomi keluarga balita tersebut (1). Stunting tidak hanya mempengaruhi kognitif tapi juga akan mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan suatu negara karena akan mengakibatkan berkurangnya sumber daya manusia yang berkualitas. (2). Periode yang sangat kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh status gizi ibu pada saat pra hamil, kehamilan dan saat menyusui (3). Tujuan penelitian ini adalah menganalisa perilaku ibu saat hamil dengan upaya pencegahan stunting.

Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah Analitik Korelasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel dependen upaya pencegahan stunting Variabel independen : Perilaku selama kehamilan. Subjek penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 2-3 tahun di desa Bangkok Kec. Gurah Kab. Kediri sebanyak 72 ibu balita. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 2-3 tahun di desa Bangkok Kec. Gurah Kab. Kediri sebanyak 72 ibu balita, Sampel penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 2-3 tahun di desa Bangkok Kec. Gurah Kab. Kediri sebanyak 72 ibu balita, Tehnik sampling menggunakan Total Sampling. Tehnik pengumpulan data dengan kuesioner. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, pengolahan data dengan editing, coding, scoring, tabulating dan analisis data menggunakan Spearman Rank.

Hasil penelitian diperoleh Sebagian besar responden memiliki perilaku saat kehamilan yang cukup 55 orang (76,4%), Sebagian besar responden memiliki pencegahan stunting cukup sebanyak 56 orang (77,8%). Berdasarkan hasil pengujian diatas didapatkan nilai r = 0,541 yang berarti hubungan kedua variabel cukup kuat, arah hubungan positif sehingga setiap peningkatan pengetahuan pencegahan akan meningkatkan perilaku pencegahan. Nilai pvalue=0,000 < 0,05 yang berarti hubungan kedua variabel signifikan.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku ibu saat hamil dengan upaya pencegahan stunting (nilai pvalue=0,000 < 0,005). Untuk itu tenaga kesehatn harus berperan aktif meningkatkan pelayanan pada saat hamil untuk menghindari bayi terlahir stunting

 

 

 

References

Daftar pustaka
[1] WHO(2014b)’What’s At Stake’, Who.int,(9),pp.1-10.doi:10.1111/evo.12990
[2] Marini, A. Rokx, C. (2016). Standing Tall: Peru’s Success in Overcoming its
Stunting Crisis. Public Dissclosure.
[3] Zaif, RM. Wijaya, M, Hilmanto, D. (2016). Hubungan Antara Riwayat Status Gizi
Ibu Masa Kehamilan dengan Pertumbuhan Anak Balita di Kecamatan
Soreang Kabupaten Bandung. Jsk. Volume 2 No 3. hal 156-163
[4] Balitbang Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta:
Balitbang Kemenkes RI
[5] Kementrian Kesehatan RI. 2018. Profil Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta:
Kemenkes RI. Diakses pada tanggal 31 Januari 2019 dari
http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatanindonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-tahun-2017.pdf
[6] Bappenas. Pedoman Perencanaan Program Gerakan Nasional Percepatan
Perbaikan Gizi dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000
HPK). Jakarta; 2013. 8
[7] Organization WH. A global brief on Hypertension: silent killer, global public
health crises (World Health Day 2013). Geneva: WHO. 2013.
[8] Khoeroh, H. Indriyanti, D. (2017). Evaluasi Penatalaksanaan Gizi Balita Stunting
di Wilayah Kerja Puskesmas Sirampog. Unnes Journal of Public Health.
[9] WHO. 2014. Health for the World’s Adolescents: A Second Chance in the
Second Decade. Geneva, World Health Organization Departemen of
Noncommunicable disease surveillance. (2014).
[10] Notoatmodjo, Soekidjo. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan (Edisi Revisi).
Jakarta : PT. Rineka Cipta
[11] Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 585 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas.
In: Promosi Kesehatan, editor. Jakarta: Kemenkes RI,; 2007
[12] Aini, Nurul, 2009. Hubungan Antara perilaku Ibu dalam pemenuhan Kebutuhan
Gizi dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kepanjen. Jurnal Saintika
Medika Universitas Muhammadiyah Malang
Published
2022-04-11
How to Cite
darmayanti rofik, & PuspitasariB. (2022). Hubungan Perilaku Selama Hamil Dengan Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Usia 2-3 Tahun di Desa Bangkok Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. JURNAL KEBIDANAN, 11(1), 42 - 47. https://doi.org/10.35890/jkdh.v11i1.222