HUBUNGAN USIA IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA (Di RS Aura Syifa Kabupaten Kediri Bulan Maret Tahun 2016)

  • Widya Kusumawati akademi kebidanan dharma husada
  • Inneke Mirawati akademi kebidanan dharma husada
DOI: https://doi.org/10.35890/jkdh.v7i1.28 Abstract Views: 63 | PDF Downloads: 74

Downloads

Download data is not yet available.
  
Keywords: Usia, Ibu bersalin, Preeklampsia.

Abstract

Preeklampsia merupakan penyakit dengan gejala klinis berupa hipertensi dan proteinuria yang timbul karena kehamilan akibat vasospasme dan aktivasi endotel saat usia kehamilan di atas 20 minggu. Menurut Bobak (2007), usia yang rentan mengalami preeklampsia adalah usia <20 tahun atau >35 tahun. Keadaan alat reproduksi yang belum siap menerima kehamilan mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami kecenderungan naiknya tekanan darah, sehingga meningkatkan terjadinya preeklampsia. Sedangakan pada usia  > 35 tahun, rentan terjadinya berbagai penyakit dalam bentuk hipertensi dan eklampsia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia ibu bersalin dengan kejadian preeklampsia di RS Aura Syifa Kabupaten Kediri Bulan Maret Tahun 2016.

Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan retrospektive. Populasi penelitian ini sebanyak 291 ibu bersalin, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel independen penelitian ini adalah usia ibu bersalin dan variabel dependennya adalah kejadian preeklampsia. Data diperoleh dari rekam medik pada bulan Maret 2016 yang direkap dengan checklist dan diolah menggunakan editing, coding, scoring, tabulating. Kemudian dianalisis dengan uji statistic chi kuadrat dengan taraf signifikan 5%.

Hasil penelitian menunjukkan dari 291 ibu bersalin, yang menderita preeklampsia mayoritas berusia 20-35 tahun (4,5%) dan minoritas berusia <20 tahun  (0,7%). Berdasarkan analisa data menggunakan chi kuadrat,   tabel = 5,991 sedangkan   hitung = 337,47, maka   hitung >   tabel, maka H1 diterima. Artinya ada hubungan antara usia ibu bersalin dengan kejadian preeklampsia.

Diharapkan petugas kesehatan memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan bersalin dengan cara ANC teratur sesuai jadwal yang ditentukan untuk dapat mengetahui komplikasi secara dini pada ibu hamil maupun bersalin.

References

Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Denantika O, Serudji J, Revilla Gusti. Hubungan Status Gravida ibu Terhadap Kejadian Preeklampsia di Fakultas Kedokteran Andalas Padang Jurnal Andalas 4 (1) : 212-213.
Hidayat, AAA. 2012. Riset Keperawatan Dan Teknik Penulisan Ilmiah.
Jakarta : Salemba Medika.
JNPK-KR, 2008. Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : Tim Revisi.
Kuswanti I & Fitria. 2014. Askeb II Persalinan. Yogyakarta : Pustaka Praja.
Lubis, NL, 2013. Psikologi Kespro Wanita Dan Perkembangan Reproduksinya. Jakarta : Kencana Perdana Media Group.
Manuaba, IGB. 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan Dan KB. Jakarta : EGC.
Marmi, Suryaningsih ARM, Fatmawati E. 2015. Asuhan Kebidanan Patologi.
Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Mochtar Rustam, 2013. Sinopsis Obstetri. Jakarta : EGC.
Nursal, Tamela, Fitrayeni Faktor Risiko Preeklampsia Pada Ibu Hamil Jurnal
Kesehatan Masyarakat Andalas, 10 (1) 38:44.
Nursalam, 2013. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : 2013.
Norma N dan Dwi M. 2013. Asuhan Kebidanan Patologi. Yogyakarta : Nuha Medika.
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Rineka
Putri.
. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Putri.
Padila. 2014. Keperawatan Maternitas. Yogyakarta : Nuha Medika.
, 2015. Asuhan Keperawatan Maternitas II. Yogyakarta : Nuha Medika.
Purwaningsih W, & Fatmawati S. 2010. Asuhan Keperawatan Maternitas.
Yogyakarta : Nuha Medika.
Prastiwi, CS, 2013. Faktor Risiko Ibu Hamil. Yogyakarta. Prodi DIII Kebidanan
STIKES Aisyiyah.
Prawirohardjo, S. 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT.Bina Pustaka Sarwono.
. 2013. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono.

Rakorpop Kementrian RI. 2015. Kesehatan Dalam Kerangka Sustainable Development Goals (SDG’s).
Retnani TRI, 2014. Umur Dan Paritas Ibu Bersalin Dengan Kejadian
Preeklampsia. Surabaya. Akademi Kebidanan Griya Husada.`
Rukiah, A, et al. 2009.Asuhan Kebidanan II Persalinan.Jakarta: Trans Info
Media.
Sabarguna, 2008. Karya Tulis Ilmiah Untuk Mahasiswa D3 Kesehatan. Jakarta:
IKAP.
Sofian, A. 2013. Sinopsis Obstetri Jilid 1. Jakarta : EGC.
Sugiyono, 2012. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.
Sulistyawati, A. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta :
Salemba Medika.
Varney, H. 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC.
Yogi ED, Haryanto, Sonbay E. Hubungan Antara Usia Dengan Preeklampsia
Pada Ibu Hamil di POLI KIA RSUD Kefamenanukabupaten Timor Tengah Utara Jurnal Delima Harapan 3 (2) 10-19.
Damayanti, I, et al. 2014. Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ibu Bersalin Dan Bayi Baru Lahir [e-book] Yogyakarta: CV Budi Utama Diakses dari: https://books.google.co.id/books?id=UB7vCAAAQBAJ&pg=Faktor+faktor+yang+mempengaruhi+persalinan=false[07Mei2016
Den ger. 2012. Pengertian Patologi Kehamilan. Mei 2012. http//worldhealthbokepzz.blogspot.com/2012/05/pengertian-patologi-kehamilan.htm (Diakses 23 Mei 2016).
Published
2019-01-22
How to Cite
KusumawatiW., & MirawatiI. (2019). HUBUNGAN USIA IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA (Di RS Aura Syifa Kabupaten Kediri Bulan Maret Tahun 2016). JURNAL KEBIDANAN, 7(1), 63-70. https://doi.org/10.35890/jkdh.v7i1.28